Hehehehe... sudah lama nggak nulis tentang game. Kangeeeen! Kebetulan ini salah satu game favorit gua... So, just skip it if you're not interested...
Front Mission 4
Genre: Simulation RPG
Mesin: PlayStation2
Produksi: Square Enix
Rilis: 18 Desember 2003
Pertikaian Strategi Robot Tempur
Tahun 2003 kemarin merupakan tahun yang baik bagi genre RPG simulasi. Sejumlah titel papan atas telah hadir untuk menguji kelihaian para penggemar game bertempur di arena strategi. Dimulai dari hadirnya Makaisenki Disgaea yang fenomenal, disusul Final Fantasy Tactics Advance yang telah dinanti-nantikan, lalu seperti biasa beberapa seri Super Robot Taisen, dan ditutup oleh Front Mission 4 untuk PlayStation2.
Yang disebut terakhir adalah seri keenam dari Front Mission, salah satu serial kebanggaan Square Enix yang telah eksis sejak 1995. Lima seri terdahulunya adalah Front Mission 1st, Gun Hazard (khusus yang ini bergenre action RPG), Front Mission 2, Front Mission Alternative, dan Front Mission 3. Serial ini begitu khas karena settingnya —tidak seperti RPG Square Enix pada umumnya— adalah Bumi masa depan.
Sebagaimana pendahulunya, Front Mission 4 menceritakan konflik antara tiga pakta pertahanan regional utama dunia di akhir abad XXI, yaitu OCU (Oceana Community Union), USN (United States of New Continent), dan EC (Euro Community). Selain itu, ada juga negara independen, seperti Republik Zerftla dan Republik Rakyat DaHanZhong. Sekadar informasi, wilayah Indonesia diceritakan termasuk dalam OCU.
Perangkat militer yang menonjol pada masa itu adalah robot humanoid yang disebut wanzer. Tiap wanzer dikendalikan oleh seorang pilot. Dan pertempuran antar wanzer inilah yang menjadi fokus permainan Front Mission. Sedangkan karakter-karakter utamanya adalah para pilot dari berbagai pihak.
Setting waktu Front Mission 4 kira-kira setelah kisah Front Mission 1st. Cerita dimulai dari sebuah invasi kilat ke pangkalan militer di Jerman. Elsa, seorang perwira EC, dikirim untuk menyelidikinya. Setelah beberapa insiden pertempuran di Jerman dan Denmark, cerita kemudian beralih ke Venezuela. Di sana Darril, seorang opsir USN, bersama dua koleganya menemukan emas dari sebuah pesawat yang jatuh. Karena bermaksud memiliki harta tersebut, ia segera terlibat kesulitan dengan pemilik terdahulu.
Cerita kemudian mengalir apik. Pemain secara bergantian mengendalikan Elsa dan Darril. Keduanya dipertemukan setelah terungkap benang merah antara kisah mereka, yang berkaitan dengan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan. Beberapa karakter baru dari Front Mission 1st juga akan muncul.
Berbagai sistem permainan lama dan baru diterapkan dalam Front Mission 4. Ada Link System, di mana antar sekutu bisa saling membantu. Ada Skill, yaitu kemampuan khusus yang bisa dibongkar pasang. Pemain juga bisa meningkatkan daya tempur melalui Pilot Setup, menggunakan EP yang didapat di akhir tiap pertempuran. Juga ada tujuh macam Backpack untuk wanzer, yang bervariasi mulai dari fungsi reparasi hingga kemampuan EMP (electromagnetic pulse). Tersedia pula Mercenary System, yang berguna untuk merekrut pasukan pilot wanzer.
Oh ya, pemain yang berhasil menamatkan game ini bisa mengulang dari awal. Kali ini, uang dan EP yang tersisa dari permainan terdahulu bisa langsung digunakan di awal permainan yang baru.
Dibanding seri-seri sebelumnya yang maksimal berteknologi PSone, tentu saja kualitas grafis Front Mission 4 jauh lebih bagus. Game ini juga menampilkan desain karakter yang berbeda, yaitu karya Yusuke Naora yang terkenal lewat game Unlimited SaGa.
Front Mission 4 sangat layak dicoba oleh segenap fans genre RPG simulasi dan penggemar mecha. Dalam tahun ini, Square Enix akan merilis Front Mission Online—trailernya bisa disimak di dalam Front Mission 4—yang bisa dimainkan dengan PlayStation2 dan PC Windows.
Cara Baca yang Unik
Entah kenapa, Square Enix—dan Square yang dulu—menerapkan cara pembacaan judul serial Front Mission yang agak berbeda dengan tulisannya. Front Mission 1st dibaca "Front Mission the First". Sedangkan Front Mission 2 dibaca "Front Mission Second". Kemudian Front Mission 3 dibaca "Front Mission Third". Dan terakhir Front Mission 4 dibaca "Front Mission Fourth".
Judul tersebut ditulis dengan huruf latin, sedangkan cara bacanya ditulis dengan katakana. Sekali lagi, jangan tanya kenapa tidak disamakan saja.
Front Mission 1st
Genre: Simulation RPG
Mesin: PlayStation
Produksi: Square Enix
Rilis: 23 Oktober 2003
Hadirnya Kembali Seri Pertama
Sebelum merilis Front Mission 4, agaknya Square Enix merasa perlu menyegarkan ingatan fans serial ini. Maklum, Front Mission 3 terakhir muncul di PSone empat tahun silam. Dan tidak ada yang lebih cocok menjadi materi refreshing selain seri pertama yang dulu memulai sejarah, yaitu Front Mission 1st.
Bagi yang belum pernah memainkannya, Front Mission 1st hadir delapan tahun silam di mesin Super Famicom. Ketika itu game ini merupakan proyek ambisius Square yang ingin menciptakan nuansa baru dalam dunia RPG. Sebagai desainer karakter, ditugaskan Yoshitaka Amano, ilustrator nomor satu Square yang melegenda dengan serial Final Fantasy-nya.
Kisah seri pertama ini berkutat pada persaingan militer dua pakta adikuasa, yaitu OCU dan USN. Pilot-pilot seperti Roid Clive dan Karen Meure dari kubu OCU—sebagai protagonis—berhadapan dengan Driscoll dan rekan-rekannya dari kubu USN. Tentu, kedua belah pihak tidaklah hitam-putih.
Kualitas visual Front Mission 1st versi baru ini hanya sedikit lebih baik daripada versi Super Famicom-nya. Rupanya, Square Enix lebih suka meningkatkan unsur yang lain. Di awal permainan, pemain akan ditanya apakah pernah memainkan versi terdahulu. Jika iya, terbukalah kesempatan berperan sebagai kubu USN. Banyak fakta baru akan terungkap dengan menjalani skenario ini. Tapi bagi yang masih awam, disarankan menyelesaikan dulu skenario OCU.
Karena adanya skenario baru tersebut, dihadirkan sejumlah karakter baru pula, semua dari kubu USN. Ada pilot Maria Parades—sebagai penyegar kubu USN yang dalam versi Super Famicom dulu terlalu maskulin—dan Kevin. Ditambah karakter minor yaitu Sanders, Matthew, Halle Fainz, Wong, Gale, dan Gina. Bagi yang ingin menjajal wanzer untuk pertarungan satu-lawan-satu, tersedia fasilitas Colosseum.
Satu hal yang menarik adalah keputusan Square Enix membuat Front Mission 1st untuk PSone, mesin yang sudah lama dianggap kadaluarsa. Mungkin mereka punya dua pertimbangan. Pertama, toh game PSone bisa dimainkan via mesin PlayStation2. Dan kedua, ini lebih memudahkan bagi proyek Front Mission History.
Front Mission History sendiri adalah paket kompilasi yang dirilis awal Desember 2003 untuk PSone. Di dalamnya terdapat tiga CD game, yaitu Front Mission 1st, Front Mission 2, dan Front Mission 3. Dua game yang disebutkan belakangan dulu memang hadir untuk PSone. Ada sedikit perbaikan interface dalam seri kedua, sedangkan seri ketiga tidak mengalami perubahan apa-apa.
Paket seharga 10.000 yen ini cukup eksklusif, karena hanya diproduksi 20.000 unit. Di dalam kemasannya disertakan tiga action figure wanzer Zenith, Frost, dan Byzant yang sangat berharga sebagai memorabilia bagi penggemar serial ini. Sayang Square Enix tidak sekalian menyertakan game Front Mission Alternative dan Gun Hazard. Dan pertanyaan bagi kita di Indonesia: adakah importer yang tertarik mendatangkan game PSone ini?
No comments:
Post a Comment