Wednesday, December 31, 2003

The Resolutions

Two hours from now is new year… WHAT? NEW YEAR??? My God! How time flies… I’ve had a GREAT time troughout this year… well, ada juga sih masa-masa yang menyedihkan… but hey, this is life! You have to appreciate it as well as ngambil hikmah atas semua yang kamu alami… ya nggak?
Having this and all truly made me think of the value of my life… and thankfully some of my resolutions this year has accomplished… So, I’ve been asking myself what are my resolutions would be for the next year…
1. Getting married? Nope, haven’t met the right girl yet… Lagian, aku kan masih muda.... there's a long road ahead of me....
2. Finished my study? Hope so… if God is beside me…
3. Get my hair dyed once again, have some tattoo and pierce? Hell no! My mother would kill me if I dare doing that!…
4. Be a better man? Hmmm… too general, I need to be more specific
5. Be a better man in making money? In my economics conditions right now… it’s a MUST!
6. Be a better man in making money and pilgriming my parents? Terlalu muluk nih…
7. Finding a side job? I’ve found Nemo once, I guess finding job is possible…
8. Hey, having a steady girlfriend (means: stop fooling around w/ girls) would be nice… hmm… I wonder if I could do that… err… NOT!
So be it! I’ve decided to have a serious girlfriend(s)! I know someone is waiting for me out there... Wish me luck!
…3…. 2…. 1…. Happy New Year!

Sunday, December 28, 2003

Yesterday, Today, and Tomorrow

Bukan bermaksud jadi pujangga sih.... but Happy New Year everybody!

YESTERDAY, TODAY AND TOMORROW

There are two days
in every week we should not worry about,
two days that should be kept free
from fear and apprehension.

One is Yesterday,
with its mistakes and cares,
its faults and blunders,
its aches and pains.
Yesterday has passed,
forever beyond our control.
All the money in the world
cannot bring back Yesterday.
We cannot undo a single act we performed.
Nor can we erase a single word we've said - Yesterday is gone.

The other day we shouldn't worry about is - Tomorrow -
With its impossible adversaries, its burden,
its hopeful promise and poor performance.
Tomorrow is beyond our control. Tomorrow's sun will rise either in splendour
or behind a mask of clouds - but it will rise.
And until it does, we have no stake in Tomorrow, for it is yet unborn.

This leaves only one day - Today.
Any person can fight the battles of just one day.
It is only when we add the burdens of Yesterday and Tomorrow
that we break down.
It is not the experience of today that drives people mad
It is the remorse of bitterness for something that happened Yesterday,
and the dread of what Tomorrow may bring.

Let us, therefore, live one day at a time.

Tomorrow is a promisary note.
Today is cash...
Spend it wisely...

cheers...

Tuesday, December 23, 2003

download.... download... download...

Gila... abis ngeliat teaser FMV (full motion video) buat R: Racing Evolution jadi bengong sendiri... bener-bener seperti yang aku bayangin sebelumnya... bengongku sama persis seperti pas aku ngeliat FMV openingnya Ridge Racer 4 di PS... juga sama persis seperti waktu ngeliat malam Gadis Sampul di Jakarta 10 Juli kemaren... "Di mana-mana ada cewek-cakep-lucu banget!"
Dan sekarang, ada Rena Hayami yang nggak kalah lucunya...langsung deh aku bikin wallpaper-nya dua jam yang lalu... hasilnya? Nikmati sendiri deh... kalo mau disimpen, pake "save target as"
ps: I'm still working on how to make the new window on the links really work... anyone could help me?










Monday, December 22, 2003

The begining...
Ini pertama kalinya aku posting setelah sekain hari belajar HTML... geez, my brain are getting rusty secara baru belajar selama dua minggu.... itu pun jarang-jarang, cuman kalo sempet dan internetnya lancar...
cheers,

Wednesday, December 10, 2003

Hariku yang paling sial

Posting ini panjang banget. Read only at your spare time! Itupun kalo tertarik baca...

Getting Through The God-forsaken-fucked-up-pain-in-the-ass Day

Gak tau ngimpi apa aku semalem.. yang jelas this day aku sial banget. Dan hari ini aku ngebuktiin bahwa a complete dumb-ass like me yang sehari-harinya udah pasti giling abis, I assure you, ternyata could get even more worse scenario for a whole day.. It’s a curse, I say.. hukuman buat manusia terkutuk sepertiku..

Jadi ceritanya diawali pas bangun jam 3 pagi tadi.. biasa, menjalani rutinitas baru menuju fitrah, yaitu sholat malem.. hey, an asshole like me kadang juga punya keinginan buat membersihkan diri, inside out, outside in, and facing God.. but somehow I think God has a better bussiness then hearing my prayers.. aneehoo, where was I? Oh yes, sholat malem..

Rencananya aku langsung ke kampus jam 8 pagi, ada janji ama temen.. tapi, jam 5 aku ngantuk banget, apalagi bantal di kasurku ngacay dengan enaknya ngajakin aku bobo bareng. So I thought, “why don’t I rest my two eyes and sleep for couple hours.” Supaya nggak kesiangan, I set my alarm to 7 o’clock.. and this is where all started to get way out of lines..

Aku langsung bangun dan mandi.. cepet banget supaya nggak telat.. eh, sabunnya abis, no need to worry, as I remembered selalu ada sabun cadangan di lemari. So, half naked, cuman ditutupin handuk yang bikin aku keliatan seksi (ehm), I ran to lemari buat ngambil tuh sabun.. adanya sabun cair. Oh well, it’s ok! Aku pake aja.. but wait, it feels different, and smells different too, damn, ini kan sabun buat cuci tangan! Ya udah, udah terlanjur basah gitu loh, mau apa lagi. No one will know..

Putting shirts on, then pants, trus pake parfum Issey Miyake yang baru dibeliin om, hmm.. smells good. Looking at the mirror, damn I look good.. Looking at the clock, damn it’s 11 o’clock! turns out I set at 7 o’clock in the evening....

Liat HP, ternyata ada 2 SMS. Yang pertama jam 7-an, isinya ngasih tahu kalo temenku nggak bisa dateng jam 8.. fiuh, thanks God! SMS kedua jam 10-an, isinya malah ngasih tahu kalo dia nggak bisa ketemuan sama sekali.. nggak pa-pa deh, aku ke kantor aja soalnya lagi banyak kerjaan and I have to be at the office early.. lagian, things couldn’t get any worse.. WRONG! Things DO get worse..

Bokap tiba-tiba bilang, “Mas, bapak mau pergi. Jaga rumah ya!” That means I have to wait for my brother to come home... toh, dia pasti pulang jam 12-an.. I think....

Jam 1.. jam ½ 2.. where the heck is my brother?.. jam 2.. jam 2 lebih 10 adikku nelpon, “Mas, aku latihan nge-band, pulang jam 5-an.” “Monyong, kenapa nggak telpon dari tadi?”

So, I left the key to the house in some hidden place in the porch, seperti biasa kalo rumah ditinggal kosong.. Aku harus cepet ke kantor. “Semoga langsung dapet angkot” But, God has different thought yang bikin aku sengsara. Angkot pertama penuh.. angkot kedua penuh juga.. angkot ketiga lagi-lagi penuh.. Udah hampir sejam dan aku belum beranjak dari tempat ini sama sekali.. ada angkot keempat, “kalo ini penuh juga, aku naik taksi!” untung aja ada tempat. Jadi deh aku duduk nyempil pinggir di belakang sopir yang terus-terusan nyengir (hey, that rhymes)

Di sebelahku ibu-ibu yang nggak berhenti ngoceh dan bangga-banggain anaknya ke ibu di sebelahnya. “iya jeng, anak saya di Jakarta itu hebat. Kerjaannya keluar masuk stasiun TV. Kemaren aja dia nonton Pesta di Indosiar langsung di dalam studionya. Sayang dia nggak keliatan di kamera” So what? Isn’t that obvious kalaupun kameranya nyorot ke penonton, it’s one in a million chances to locate her son.. dan nggak penting banget gitu lho!

Cewek di depanku yang selama perjalanan jadi satu-satunya pemanis pemandangan turun di depan Vida.. dan masuklah si gondrong-item-gede-tato-naga itu! Aku nggak tau apa ini tren baru kalo sekarang cowok demen pake u can see, coz lately I’ve seen a lot of them in angkot.. and there he was, still gondrong-item-gede-tato-naga as he can be.. dengan KELEK yang terumbar di sana-sini. Issey Miyake-ku kalah telak! “PERMISI MAS, BISA MINGGIR SEDIKIT DUA KILOMETER? KELEKNYA ITU LHO!” tentu aja intelegensiaku menganjurkan agar aku nggak ngomongin kalimat barusan. Kecuali kalo aku mau di-smackdown ama si gondrong-item-gede-tato-naga itu.

Masih terbuai sama bau kelek yang membiuskan itu, eh, ban kiri belakang angkot tiba-tiba kempes. “Maaf ya, bisa turun sebentar nggak,” kata si sopir yang entah kenapa udah tahu bannya bocor tetep aja nyengir. Jadi deh kita semua turun nungguin bannya diganti serep. Kepikir kalo ini bakalan lama, beberapa dari kita termasuk aku nyari angkot lain. But to no surprise soalnya saat itu sudah sial banget, there’s no angkot lewat!

Begitu selesai, kita langsung berebut masuk. At this time, I completely forgot about keberadaan si gondrong-item-gede-tato-naga. Aku langsung nyesel being the last person yang naik ke angkot. Soalnya, satu-satunya space yang tersisa adalah di samping gondrong-item-gede-tato-naga! Hiks, mau nangis rasanya..

Akhirnya sampe juga di terminal Joyoboyo. Di sini aku harus oper angkot lain. Ada dua pilihan, yang coklat ato yang ijo. Oh ya, tadi waktu berangkat cuaca di Surabaya udah mendung banget. Dan, melengkapi penderitaanku, hujan turun dengan derasnya! Setelah lari-lari kecil dan besar, menghindari kubangan, aku sampe di samping angkot coklat.. shit, belum penuh.

Sudah jadi tradisi yang menjengkelkan di setiap terminal di Indonesia kalo angkot belum penuh penumpang, nggak bakalan berangkat. Meskipun penumpang di dalamnya udah kayak di-oven! They say it's public transportation, I say it's public torturation!

Akal sehatku langsung memilih angkot yang ijo, yang penumpangnya udah banyak, yang jelas-jelas keneknya ngomong “satu lagi, satu lagi, ayo mas langsung berangkat”. And, off we go..

Hujan kali ini memang menyebalkan. Banyak banget pengendara motor yang bernaung di bawah jembatan, bikin kita yang di dalam angkot mikir bakal bernasib sama kalo udah turun nanti. Orang-orang berebut untuk berteduh yang membuat keadaan makin parah.. jalan macet!

Jam sudah menunjukkan pukul 4 kurang 5. HP-ku yang aku silence dari tadi udah bergetar terus minta diangkat. “Pasti orang kantor” pikirku. Mbak berseragam toko di sebelahku ngeliatin dengan tatapan sebel setiap kali HP-ku bunyi, eh, bergetar.. Maklum, HP aku taruh di kantong celana, hence, kena paha si mbak yang pake rok mini itu, hence, pahanya ikut bergetar.. sempat terpikir buat bilang, “PERMISI MBAK, PAHANYA YANG MULUS ITU JANGAN DIPINGGIRIN YA.” (tanduk).

Turun di depan kampus IAIN, masih hujan. Sialnya, susah payah hindarin kubangan segede gaban di depan pintu gerbang kampus cuman buat kena cipratan dari kakiku sendiri. “splash!” kali ini dari motor. “Heh setan, liat-liat dong!” jeritku. Setelah itu nyeberang jalan lewat jembatan penyebrangan dan sampe depan pos satpam kantor, eh, setan yang tadi nyeprotin aku lewat. “Oh.. Satu gedung ama aku ya?”

Capek, basah, kesel, sedih, gondok abis, aku sampe juga di depan lift. Hmmm.. Lift itu masih di lantai 5 dan harus ke basement dulu. And then, keluarlah seorang bapak dan anak kecil dari lift itu. Pas masuk, anak kecil yang ternyata calon penghuni neraka itu mencet semua lantai! Sabar.. Sabar.. Untung kantorku di lantai empat, coba kalo lantai 21..

“KAMU KE MANA AJA? KENAPA BARU DATENG JAM SETENGAH LIMA!” “banyak halangan bos” jawabku lirih berharap si bos jabrik mau memahami penderitaanku. But NO, he even assign me more difficult task that he couldn’t handled!

At this point, while I’m writing this post, komputerku sempet hang dua kali. Internet down jadi terpaksa pake komputer bagian dotcom yang selalu online. Dan di luar masih hujan.. Pulangku gimana ya? apa kesialanku masih berlanjut....

Monday, December 01, 2003

Hi, this is my first time using this blog-s***t... (SO WHAT IF I'M GREEN??)
Anyway, berhubung sekarang masih dalam suasana Lebaran, gue mo ngucapin
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Nafkah Lahir dan Batin (I mean it with the "nafkah" thing)
cheers,