
Cobalah pergi ke toko buku dan Anda pasti menemukan soulmate di sana. Itulah janji Jessica Huwae, senior editor majalah Spice!. Memang, yang dijanjikan adalah menemukan novel debutnya yang berjudul soulmate.com. Tapi bila Anda memang berniat mencari soulmate, di toko buku ataupun tidak, novel ini bisa menjadi pedoman. Setidaknya dalam mempertanyakan keberadaan soulmate.
Berkisah tentang Nadya Samuella yang memiliki segalanya yang bisa diimpikan wanita muda: cantik, cerdas, sophisticated, teman menyenangkan, dan karier cemerlang. Kecuali satu: pasangan yang normal. Mulai dari yang tiba-tiba menikah dengan wanita lain, tukang pukul, terlalu agresif, sampai yang anak mama. Ini membuat Nadya mulai meragukan kehidupan cintanya. Tapi kemudian ada Oka, pemuda sederhana yang tidak sengaja ditemuinya lewat internet. Sosok pahlawan yang diyakini Nadya sebagai soulmate-nya. Hanya saja, ada satu kenyataan dari pahlawan ini: dia menyembunyikan rahasia pahit di balik topengnya. Masih percayakah Nadya kalau soulmate itu ada?
Ada atau tidak. Nyata atau maya. Realita atau virtual. Buku ini dengan cerdas menganalogikan pertanyaan tentang soulmate dengan hubungan nyata yang dijalin lewat dunia maya. Semua diramu secara runut dengan detail yang luar biasa, terutama yang berkaitan dengan waktu. Sesekali kita akan dilempar ke masa lalu, tapi tidak sampai menyesatkan berkat alurnya yang tetap terjaga.
Bila diperhatikan, Jessica gemar sekali mempergunakan simbol dalam debutnya ini. Hedonisme Nadya terlihat dari nickname Nadya dalam blog-nya: bling bling. Rebelisme Oka tergambar dari aktivitasnya sebagai frontman band indie. Sampai-sampai nasihat terbaik justru datang dari seorang gay yang memiliki pandangan berbanding terbalik.
Seperti yang terlihat di cover-nya, membaca buku ini seperti browsing internet dan mengunjungi blog pribadi seseorang. Semua tampak lebih indah dari kehidupan kita, tapi kenyataannya adalah kita lah yang memegang kendali atas "mouse". Namun, menurut saya membaca buku ini seperti naik roller-coaster. Maka bersiaplah menjerit saat turun ke bawah dan tertawa melihat kekonyolan kita saat berada di atas.