SAMBIL nyengir sendiri kayak orang gila, saya mengingat-ingat mimpi semalam yang sedikit gila. Ceritanya saya sedang berduaan dengan seorang sahabat cewek. Terlihat kami sedang ketawa dan having a good time. Tiba-tiba, wajah kami berdekatan, dan before I know it, we locked lips alias kissing. Saya masih bisa merasakan bibirnya… So soft!
Ya iyalah, bibir cewek! Beda dengan bibir-bibir maskulin yang sering saya cicipi. Meskipun kenyal menantang, tetap saja terasa keras dan kasar! Tapi Melly -teman saya itu-? Uh,… she tasted so sweet. Dan ciumannya? Perfect! Beberapa cowok kadang terlalu antusias mereka seakan sedang menaruh 'pelembab alami' di sekitar bibir saya, yiiks!
Setelah beberapa saat kissing, voila, dia tiba-tiba topless. Kayaknya Deddi Corbuzier saja nggak mampu menggerakkan tangannya secepat itu. Dan terlihatlah sepasang benda bulat yang sungguh manis dengan topping coklat mungil di ujungnya. Tanpa ragu-ragu saya menyesap daerah yang mampu membuat dia mendesah pelan.
I love boobs and I'm not afraid to admit it. Sadarkah kamu kalo kita punya ikatan yang terlalu kuat dengan payudara? Bahwa kita semua pasti punya ibu dan merasakan nikmatnya menyusu. Dan di lekuk itulah tempat ternyaman sedunia. Uh, selain pangkuan ibunda tentunya.
Okay, freeze! Sebelum saya merusak cerita saya tentang boobs-nya Melly, mari kembali ke frame pikiran 'menyesap lingkaran coklat berkerut halus' itu. Pelan-pelan, mulut saya menghisap lembut. Dari setengah payudara yang saya nikmati, bibir saya pelan membelai putingnya yang mengeras. Seakan waktu tak ada habisnya. Gemas, saya gigit pelan 'brown-raisin'-nya dan terdengarlah pekikan tertahan. Saya tertawa dan dia menyeringai.
"You've been a naughty girl, and now I have to teach you some lesson!" dia menarik tangan saya ke kamar tidur dan saat itulah dada saya berpacu cepat. Man, I'm doomed! Now I have to fuck her, have to fuck her,… Saya begitu ketakutan! Boobs, okay I like it! Tapi memikirkan harus bermain di Miss Mystery-nya yang punya decieving and never ending tunnel [sama dengan punya saya sendiri] membuat saya mual. I'm not ready for this!
Saking ketakutannya saya terbangun dengan teriakan panjang. Setelah berhasil menjebak oksigen lebih banyak untuk menghentikan nafas saya yang memburu, saya mulai merenungi mimpi saya tadi. Damn! Kenapa saya bangun? Seandainya saya cukup berani untuk bertahan sampai kami bercinta, saya bisa mencoret 1 poin dari list Before 30 yang saya buat begitu memasuki usia 20 tahun: "having a lesbian experience".
Beberapa poin di atasnya sudah berhasil saya coret.
1. Outdoor intercourse.Eh, sebentar, ponsel saya berbunyi. Wah, SMS. Kebeneran banget, SMS itu dari Melly. Isinya: "Wanna hang out at my place? Just bought a sofa bed and a new DVD!". Oh, God, ini pasti pertanda! Jadi,… haruskah saya mengambil kesempatan ini dan dengan sukses mencoret point ke 11 dari list saya? Or, should I just be 'Normal'? Nanti saya cerita lagi ya… By the way, Melly memang lesbian.
2. Making private pornmovies.
3. Mastering The Kamasutra [Well, at least 90% of it! Hey, who could judge whether I'm perfect at it? They all sprayed.]
4. 2 guys in a day.
5. Quicky in the office [In my boss office, ha-ha!].
6. Sex in a car, in an open and crowdy parking lot.
_____
NOTE: My sister here is now officially married with a normal guy. Hope they live hapily ever after. (Now don't think about having a threesome, will ya! Hehehe)
No comments:
Post a Comment